Final Liga Voli Korea - Idola Megawati Prediksi Tidak Ada Laga Ke-4, Pede Pink Spiders Langsung Menangi 3 Laga atas Red Sparks
PRIA4D - Pebola voli putri, Kim Yeon-koung, memulai pertandingan pertama Liga Voli Korea 2024-2025 melawan Daejeon JungKwanJang Red Sparks dii Samsan World Gymnasium, Senin (31/3/2-25) dengan mencetak 16 poin.
Raihan poin ini didapat ratu voli Korsel tersebut termasuk dari blok dan servis. Jumlah ini adalah skor tertinggi dalam tim jelang Kim pensiun pada akhir Liga Voli Korea musim ini.
Meskipun persentase serangannya adalah 23,71 persen, lebih rendah dari Tutku Burcu Yuzgenc (31,96 persen), dan Jeong Yun-ju (29,9 persen), rasio keberhasilan dan efisiensi serangannya tinggi, masing-masing sebesar 60,87 persen dan 52,17 persen.
Pink Spiders menang 3-0 dengan Tutku dan Jeong Yun-ju masing-masing mencetak 14 dan 13 poin.
Mereka berhasil memimpin pada laga pertama (dalam format best-of-five). Tim yang pertama meraih 3 kemenangan lebih dulu akan menjadi juara. Kim Yeon-kyung secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari tugas aktif setelah pertandingan GS Caltex pada bulan Februari, pertandingan terakhir musim ini. Ini menandai dimulainya kejuaraan terakhirnya. Setelah pertandingan, Kim Yeon-kyung berkata tentang pertandingan pada babak final terakhir. "Saya tidak terlalu menganggapnya penting. Masih tidak terasa nyata. Saya sudah melakukan terlalu banyak tarian terakhir. Itu sebabnya banyak orang salah paham," kata Kim dilansir BolaSport.com dari The Spike.
"Sekarang ini benar-benar sudah berakhir, tetapi saya tidak terlalu menganggapnya penting. Itu tidak terasa nyata," katanya dengan penekanan. Pink Spiders telah mengamankan tempat pertama pada putaran reguler. Ada kekhawatiran tentang nuansa pertandingan yang sebenarnya. "Kami tidak terlalu khawatir seperti yang kami kira. Bahkan, itu bagus karena kami punya banyak waktu. Saya pikir kami memanfaatkan waktu dengan baik. Kami mempersiapkan diri dengan fokus merawat tubuh kami," tutur Kim. Idola Megawati Hangestri Pertiwi itu sebelumnya mengungkapkan harapannya untuk set ke-15 dari pertandingan playoff ketiga pada hari media pascamusim. Meski belum memasuki set ke-15, pertarungan sengit terjadi pada set ketiga. "Saya berharap kami bisa bermain lebih banyak set, tetapi bagus juga bagi kami karena berhasil mencapai laga ketiga."
"Saat itu, saya pikir tidak masalah siapa lawannya. Saya pikir menyelesaikan dengan baik itu penting." Saat pemain Red Sparks terkendala dengan kondisi fisik, pemain berusia 37 tahun itu tidak merasa lelah. "Saya tidak merasa lelah. Saya pikir tidak apa-apa karena ada banyak pemain muda. Saya tidak akan lengah dan akan mempersiapkan diri dengan baik untuk laga kedua dan ketiga untuk menebus kekurangan saya hari ini," tutur Kim. "Saya ingin mengakhirinya pada laga ketiga (dengan kemenangan). Saya pikir tidak akan ada laga lagi setelah laga ketiga." Pertandingan kedua dan ketiga final Liga Voli Korea akan diadakan di Incheon pada 2 April dan di Daejeon pada 4 April. Musim sebelumnya, Pink Spiders mereka finis sebagai runner-up. Selain itu, kontrak pelatih asal Italia Marcello, Abbondanza akan berakhir setelah musim ini.
"Kami sangat ingin menang musim ini. Itu bukan kemenangan yang hebat, tetapi saya senang kami menang. Sepertinya kami menemukan ritme yang bagus meskipun kami sudah lama tidak bermain," aku pelatih Abbondanza. Pada musim 2022-2023, Pink Spiders kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut setelah dua kali menang melawan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass. Pada musim 2023-2024, Pink Spiders juga kalah dalam tiga pertandingan beruntun dari Suwon Hyundai E&C Hillstate sehingga gagal mengangkat trofi juara.
Pink Spiders menang 3-0 dengan Tutku dan Jeong Yun-ju masing-masing mencetak 14 dan 13 poin.
Mereka berhasil memimpin pada laga pertama (dalam format best-of-five). Tim yang pertama meraih 3 kemenangan lebih dulu akan menjadi juara. Kim Yeon-kyung secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari tugas aktif setelah pertandingan GS Caltex pada bulan Februari, pertandingan terakhir musim ini. Ini menandai dimulainya kejuaraan terakhirnya. Setelah pertandingan, Kim Yeon-kyung berkata tentang pertandingan pada babak final terakhir. "Saya tidak terlalu menganggapnya penting. Masih tidak terasa nyata. Saya sudah melakukan terlalu banyak tarian terakhir. Itu sebabnya banyak orang salah paham," kata Kim dilansir BolaSport.com dari The Spike.
"Sekarang ini benar-benar sudah berakhir, tetapi saya tidak terlalu menganggapnya penting. Itu tidak terasa nyata," katanya dengan penekanan. Pink Spiders telah mengamankan tempat pertama pada putaran reguler. Ada kekhawatiran tentang nuansa pertandingan yang sebenarnya. "Kami tidak terlalu khawatir seperti yang kami kira. Bahkan, itu bagus karena kami punya banyak waktu. Saya pikir kami memanfaatkan waktu dengan baik. Kami mempersiapkan diri dengan fokus merawat tubuh kami," tutur Kim. Idola Megawati Hangestri Pertiwi itu sebelumnya mengungkapkan harapannya untuk set ke-15 dari pertandingan playoff ketiga pada hari media pascamusim. Meski belum memasuki set ke-15, pertarungan sengit terjadi pada set ketiga. "Saya berharap kami bisa bermain lebih banyak set, tetapi bagus juga bagi kami karena berhasil mencapai laga ketiga."
"Saat itu, saya pikir tidak masalah siapa lawannya. Saya pikir menyelesaikan dengan baik itu penting." Saat pemain Red Sparks terkendala dengan kondisi fisik, pemain berusia 37 tahun itu tidak merasa lelah. "Saya tidak merasa lelah. Saya pikir tidak apa-apa karena ada banyak pemain muda. Saya tidak akan lengah dan akan mempersiapkan diri dengan baik untuk laga kedua dan ketiga untuk menebus kekurangan saya hari ini," tutur Kim. "Saya ingin mengakhirinya pada laga ketiga (dengan kemenangan). Saya pikir tidak akan ada laga lagi setelah laga ketiga." Pertandingan kedua dan ketiga final Liga Voli Korea akan diadakan di Incheon pada 2 April dan di Daejeon pada 4 April. Musim sebelumnya, Pink Spiders mereka finis sebagai runner-up. Selain itu, kontrak pelatih asal Italia Marcello, Abbondanza akan berakhir setelah musim ini.
"Kami sangat ingin menang musim ini. Itu bukan kemenangan yang hebat, tetapi saya senang kami menang. Sepertinya kami menemukan ritme yang bagus meskipun kami sudah lama tidak bermain," aku pelatih Abbondanza. Pada musim 2022-2023, Pink Spiders kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut setelah dua kali menang melawan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass. Pada musim 2023-2024, Pink Spiders juga kalah dalam tiga pertandingan beruntun dari Suwon Hyundai E&C Hillstate sehingga gagal mengangkat trofi juara.
0 Komentar