Obrolan Khabib Nurmagomedov Diungkap jika Islam Makhachev Dipaksakan Lawan Ilia Topuria
PRIA4D - Perebutan satu tempat untuk menjadi lawan Islam Makhachev berikutnya pada pertandingan gelar kelas ringan UFC semakin panas.
Para petarung top kelas ringan ditambah satu petarung dari kelas bulu yang baru akan naik juga ikut memanaskan persaingan.
Deretan petarung teratas di kelas ringan sudah antre untuk menghadapi Islam Makhachev yakni mulai dari Arman Tsarukyan, Justin Gaethje, dan Charles Oliveira.
Situasi makin panas setelah mantan juara kelas bulu, Ilia Topuria juga ikut mendaftar dalam perburuan sebagai penantang gelar
Nama Ilia Topuria bahkan lebih santer terdengar untuk menjadi lawan Makhachev. Namun, rumor tersebut tak disukai oleh Khabib Nurmagomedov. Khabib memberikan pernyataan jika Makhachev tetap dipaksakan untuk diadu melawan Topuria. Penolakan diutarakan Khabib saat sedang berbincang dengan mantan juara dua divisi UFC, Henry Cejudo. Cejudo menjelaskan bahwa Khabib menyebut opsi tersebut bukan sesuatu yang adil. Menurutnya, Khabib akan turun tangan untuk menentukan siapa lawan Makhachev selanjutnya.
"Saya ingat berbicara dengan Khabib, dan Khabib mengatakan bahwa tidak adil bagi Ilia untuk melewati antrean dan mengejar perebutan gelar dengan Islam," kata Cejudo, dilansir dari MMAJunkie. "Karena itulah yang dilakukan Islam selama ini," ujarnya. “Ia memberi Volkanovski beberapa (perebutan gelar) yang membuatnya naik daun." "Jadi saya tidak berpikir itu akan menjadi pilihan Islam. Saya kira Khabib akan maju dan berkata, 'Ia harus melawan penantang nomor satu.” ujar Cejudo. Cejudo melanjutkan ucapan Khabib bahwa Topuria boleh-boleh saja datang menantang Makhachev, tetapi dengan syarat harus lebih dulu mengalahkan penantang nomor satu di kelas ringan.
“Khabib mengatakan jika Ilia mengalahkan penantang No. 1, maka tentu saja, kami akan melakukannya,” kata Cejudo. “Saya pribadi berpikir bahwa Islam akan melawan siapa pun, kapan pun, di mana pun." "Ada sebuah kutipan tentang dirinya di Performance Institute yang mengatakan hal itu." "Namun saya kira orang yang paling mungkin bermain di belakangnya adalah Khabib Nurmagomedov. Ia (Khabib) akan mengatakan tidak," ujar Cejudo. "Maka untuk alasan tersebut, saya kira Justin Gaethje vs Islam Makhachev, International Fight Week (29 Juni 2025)," ujarnya mantan juara kelas terbang dan kelas bantam itu. Cejudo lebih cenderung memperkirakan Justin Gaethje yang akan lebih dulu menghadapi Makhachev. Adapun bagi Topuria, Cejudo menyebut El Matador akan menghadapi Dustin Poirier. “Mereka mungkin dapat memberi Ilia Dustin Poirier di Louisiana,” kata Cejudo. “Karena saya mengira Charles Oliveira tidak ingin melawan Ilia Topuria, ia (Oliveira) mengatakan 'Saya akan melawannya saat saya menjadi juara." "Maka, saya tidak mengetahui seberapa besar daya tarik yang dimilikinya di sana." "Namun jika seorang petarung mengatakan bahwa ia tidak akan melawan seseorang demi perebutan gelar itu karena ia telah mendapatkan kesempatan itu dan kalah, ia tidak akan melakukannya," ujar Henry Cejudo.
Nama Ilia Topuria bahkan lebih santer terdengar untuk menjadi lawan Makhachev. Namun, rumor tersebut tak disukai oleh Khabib Nurmagomedov. Khabib memberikan pernyataan jika Makhachev tetap dipaksakan untuk diadu melawan Topuria. Penolakan diutarakan Khabib saat sedang berbincang dengan mantan juara dua divisi UFC, Henry Cejudo. Cejudo menjelaskan bahwa Khabib menyebut opsi tersebut bukan sesuatu yang adil. Menurutnya, Khabib akan turun tangan untuk menentukan siapa lawan Makhachev selanjutnya.
"Saya ingat berbicara dengan Khabib, dan Khabib mengatakan bahwa tidak adil bagi Ilia untuk melewati antrean dan mengejar perebutan gelar dengan Islam," kata Cejudo, dilansir dari MMAJunkie. "Karena itulah yang dilakukan Islam selama ini," ujarnya. “Ia memberi Volkanovski beberapa (perebutan gelar) yang membuatnya naik daun." "Jadi saya tidak berpikir itu akan menjadi pilihan Islam. Saya kira Khabib akan maju dan berkata, 'Ia harus melawan penantang nomor satu.” ujar Cejudo. Cejudo melanjutkan ucapan Khabib bahwa Topuria boleh-boleh saja datang menantang Makhachev, tetapi dengan syarat harus lebih dulu mengalahkan penantang nomor satu di kelas ringan.
“Khabib mengatakan jika Ilia mengalahkan penantang No. 1, maka tentu saja, kami akan melakukannya,” kata Cejudo. “Saya pribadi berpikir bahwa Islam akan melawan siapa pun, kapan pun, di mana pun." "Ada sebuah kutipan tentang dirinya di Performance Institute yang mengatakan hal itu." "Namun saya kira orang yang paling mungkin bermain di belakangnya adalah Khabib Nurmagomedov. Ia (Khabib) akan mengatakan tidak," ujar Cejudo. "Maka untuk alasan tersebut, saya kira Justin Gaethje vs Islam Makhachev, International Fight Week (29 Juni 2025)," ujarnya mantan juara kelas terbang dan kelas bantam itu. Cejudo lebih cenderung memperkirakan Justin Gaethje yang akan lebih dulu menghadapi Makhachev. Adapun bagi Topuria, Cejudo menyebut El Matador akan menghadapi Dustin Poirier. “Mereka mungkin dapat memberi Ilia Dustin Poirier di Louisiana,” kata Cejudo. “Karena saya mengira Charles Oliveira tidak ingin melawan Ilia Topuria, ia (Oliveira) mengatakan 'Saya akan melawannya saat saya menjadi juara." "Maka, saya tidak mengetahui seberapa besar daya tarik yang dimilikinya di sana." "Namun jika seorang petarung mengatakan bahwa ia tidak akan melawan seseorang demi perebutan gelar itu karena ia telah mendapatkan kesempatan itu dan kalah, ia tidak akan melakukannya," ujar Henry Cejudo.
0 Komentar