Tekad Mario Aji Setelah 10 Besar Pertama di Trek Sulit, Belum Selesai Saat Indonesia Masih Tertinggal dari Thailand dan Malaysia

PRIA4D - Sejarah baru dunia balap motor Indonesia kembali ditorehkan Mario Suryo Aji setelah penampilan solid pada balapan seri ketiga Moto2 Americas 2025. Mario Aji menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu finis 10 besar di semua kelas balap motor grand prix. Torehan itu dibukukan Mario setelah finis kesembilan dalam balapan yang berlangsung di Circuit of The Americas, Austin, Amerika Serikat, Minggu (30/3/2025). Pembalap Honda Team Asia itu pun bangga.

"Itu adalah salah satu hari yang paling menantang dalam hidup saya, tetapi finis di posisi 10 besar sebagai pembalap Indonesia pertama yang melakukannya adalah pencapaian luar biasa." "Saya senang, tetapi tidak pernah puas - saya selalu haus akan hal yang lebih. Saya harus tetap fokus, menganalisa apa yang bisa saya tingkatkan, dan terus maju." "Proses pembelajaran tidak pernah berhenti. Saya akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di balapan berikutnya," ucap Mario dalam keterangan resmi tim.

Mario telah membuat gebrakan-gebrakan sejak melakoni musim debutnya di kelas Moto3 pada 2022 silam. Salah satu yang paling berkesan jelas adalah ketika merebut posisi start ketiga dalam kualifikasi Moto3 Indonesia 2022. Pembalap Tanah Air pertama yang melakukannya. Pada akhir pekan yang sama, Mario memperbaiki hasil terbaik pembalap Indonesia dalam lomba dengan finis ke-14. Sebelum Mario, hanya ada dua pembalap Indonesia yang bisa finis di zona poin kejuaraan dunia. Kedua pembalap itu adalah Doni Tata Pradita (2008, 2014) dan Andi Farid Izdihar (2019-2021) yang sama-sama meraihnya dengan finis ke-15 alias posisi terakhir di zona poin. Dalam hal prestasi di MotoGP, Indonesia masih tertinggal dengan Thailand dan Malaysia yang sama-sama telah mencatat kemenangan lomba dan menembus kelas para raja. Malaysia mendahului dengan kemenangan Khairul Idham Pawi (2 kali) di kelas Moto3 pada 2016 dan penampilan Hafizh Syahrin (2018-2020) di kelas MotoGP dengan hasil terbaik finis ke-9. Sementara Thailand 'digendong' Somkiat Chantra yang menang 2 kali di kelas Moto2 pada 2022-2023 dan tahun ini dipercaya memperkuat LCR Honda di kelas MotoGP. Mario Aji bersemangat untuk tidak berhenti dengan posisi finis 10 besar. Lebih-lebih, pembalap asal Magetan itu akhirnya menunjukkan potensi nyata sebagaimana yang diharapkan saat mendapat promosi ke kelas Moto2 tahun lalu.

Selain cepat dalam balapan hingga dekat dengan posisi 10 besar, Mario juga menggigit dengan kecepatan satu lap hingga selalu lolos ke kualifikasi 2 pada musim ini. Sejak awal kelas Moto2 dirasa lebih cocok bagi Mario karena badannya yang terbilang terlalu besar untuk motor purwarupa bermesin 250cc di Moto3. Hasil-hasil lebih baik menanti Super Mario di depan. Dan seperti yang sudah dijelaskan di awal, balapan GP Americas sebenarnya tidak mudah bagi pembalap berusia 21 tahun itu. Selain kesulitan yang sempat dialami pada hari pertama lomba, Mario dan tim harus membuat siasat karena cuaca buruk jelang balapan. "Sejujurnya, pola pikir saya sebelum balapan adalah tampil kompetitif dalam trek kering, karena prakiraan cuaca memperkirakan balapan yang berawan tapi cerah pada hari Minggu," katanya. "Namun, keadaan tiba-tiba berubah saat hujan mulai turun. Itu adalah keputusan yang sulit untuk diambil." "Pada lap peninjauan, kami menilai kondisi trek dengan ban slick: Sektor 1 memiliki tetesan air, Sektor 2 baik-baik saja, dan Sektor 3 lebih banyak lagi, tetapi trek tidak sepenuhnya basah." Pertaruhan dibuat Mario dengan memasang ban basah. Tidak semua pembalap melakukan hal yang sama dengannya. Untungnya, instingnya benar. Meski awalnya tidak percaya diri, apalagi dengan beberapa kali mengalami selip ban, Mario dapat mengatur situasi untuk tidak mengulangi kesalahan gagal finis di balapan sebelumnya. "Motor bekerja dengan sangat baik, dan setelan kami-sedikit lebih condong untuk kondisi trek kering-berhasil menjadi kompromi yang bagus," paparnya. "Di tengah balapan, saya mengalami beberapa kesulitan, menyerang bagian depan dan kehilangan cengkeraman beberapa kali." "Namun, saya sedikit menyesuaikan gaya berkendara saya, dan pada bagian akhir balapan, saya mampu mengelola kondisi dengan lebih baik." Mario kembali ke trek latihan sebelum melanjutkan kiprahnya dalam seri balap keempat Moto2 Qatar di Sirkuit Lusail, Lusail, Qatar, pada 11-13 April mendatang.

0 Komentar